Category Archives: Seputar DJBC

Berita lain terkait DJBC

Kemenkeu: 2012, Tarif Cukai Rokok Naik 12,2 Persen

JAKARTA, tribunkaltim.co.id  - Kementerian Keuangan berencana akan menaikkan tarif cukai rokok sebesar 12,2 persen pada 2012 untuk membatasi produksi rokok di Indonesia.

“Tarif cukai hasil tembakau 2012 dinaikkan dengan kisaran rata-rata 12,2 persen dengan target batasan produksi 268,4 miliar batang per tahun,” ujar pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.

Menurut Bambang, tarif cukai rokok jenis sigaret putih mesin (SPM) akan didekatkan dengan sigaret kretek mesin (SKM) dan tarif cukai sigaret kretek tangan (SKT) dipertahankan jaraknya dengan sigaret kretek mesin (SKM). Baca lebih lanjut

Pemerintah Harus Selaraskan 3 Aspek Ini

JAKARTA - Pemerintah mengatakan dalam menetapkan tarif cukai rokok di Indonesia, pemerintah memperhatikan tiga aspek yang salah satunya adalah aspek penerimaan yang dilakukan pemerintah secara bergilir.

Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono mengatakan dalam kenaikan tarif cukai ini memperhatikan aspek penerimaan cukai negara.

“Cukai itu ada tiga aspek yang harus diperhatikan, aspek penerimaan, kedua aspek indusri rokok termasuk hulu transportasi pergudangan dan segala macam. Ketiga aspek kesehatan,” jelas Agung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2011). Baca lebih lanjut

Bea Cukai: Pajak BlackBerry Perlu Dikaji Lagi

Belum ditemukan alasan mengenakan cukai terhadap produk-produk BlackBerry.

VIVAnews - Pemerintah menilai pemberian tarif cukai kepada produk smartphone buatan Research In Motion (RIM) yakni BlackBerry dapat menjadi salah satu opsi disinsentif. Namun, pemberian tarif ini harus melalui pertimbangan yang matang.

Menurut Agung Kuswandono, Direktur Jendral Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, bila membicarakan cukai, maka bukan semata-mata persoalan penerimaan. Sebab, substansi dari cukai itu adalah pembatasan.

“Di undang-undang, karena sifatnya, maka barang itu harus dibatasi,” ujarnya saat ditemui seusai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 12 September 2011. Baca lebih lanjut

Tak Ada Alasan Kenakan Cukai untuk BlackBerry

TEMPO Interaktif, Jakarta – Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono mengatakan disinsentif tarif BlackBerry bisa dilakukan melalui cukai. Namun barang yang dikenakan cukai tidak sekadar agar ada penerimaan negara dari masuknya barangtersebut. “Cukai itu kan juga ada tujuan pembatasan barang bersangkutan,”  katanya di Jakarta Senin 12 September 2011.

Barang-barang yang dikenakan tarif cukai, Agung menambahkan, biasanya dinilai berbahaya. Misalnya rokok lantaran membahayakan kesehatan dan minuman keras lantaran alasan moral hazard. “Kalau BlackBerry alasannya (dibatasi) apa?,” ujarnya.

Agung mengatakan jika memang disepakati pemberlakuan cukai untuk BlackBerry maka kebijakan itu harus detail dan rinci. Menurut Agung disinsentif lebih baik melalui instrumen pajak misalnya Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). “Itu dimainnya dirjen pajak,” katanya. Baca lebih lanjut

Upaya Ekstra Pajak Targetkan Rp63,5 Triliun

JAKARTA: Kementerian Keuangan meyakini upaya tambahan (extra effort) yang dilakukan Direktorat Jenderal Pajak pada 2012 akan memberi kontribusi terhadap penerimaan negara sekitar Rp63,5 triliun dari PPh nonmigas, PPN dan PPnBM.

Bambang Permadi Sumantri Brodjonegoro, Plt Badan Kebijakan Fiskal, menjelaskan basis perhitungan penerimaan pajak penghasilan (PPh) nonmigas dalam RAPBN 2012 merujuk pada realisasi tahun sebelumnya, yang direncanakan naik 21,1% dari Rp366,74 triliun di APBNP 2011 menjadi Rp454,16 triliun.

Apabila fasilitas pajak yang ditanggung pemerintah (DTP) yang dihilangkan serta elastisitas yang terbentuk dari asumsi makro ekonomi, maka sebenarnya potensi penerimaan PPh nonmigas hanya sebesar Rp398,4 triliun. Baca lebih lanjut